Tampilkan postingan dengan label self developement. Tampilkan semua postingan

Alasan Kenapa Anda Wajib Nekad Menikah di Usia 30 Tahun

Berapakah usia anda sekarang? 25 tahun, okelah, anda masih boleh menikmati kebebasan yang hampa, iya hampa, karena secara pikiran bawah sadar dan naluri manusia selalu menuntut untuk hidup berdampingan dengan lawan jenis, mencari keseimbangan batin, anda tidak didesain untuk mampu hidup sendiri, anda butuh partner atau teman hidup.

Apabila usia anda menginjak 30 tahun dan anda masih belum menikah, dengan ribuan alasan yang dengan mudah bisa anda jawab dan benarkan. Takut tidak bisa menafkahi, tidak bisa membahagiakan, belum ada calonnya, tidak ketemu yang cocok, takut repot, tidak punya modal untuk menikah, dll. Berikut ini beberapa alasan yang harus dipertimbangkan mengapa sebaiknya anda nekad menikah.

Rasio umur anak dan orang tua. Bila anda sekarang berumur 30 tahun dan memutuskan untuk menikah, sebenarnya sudah terlambat, tapi tak mengapa, anggaplah anda punya anak pada umur 31 tahun atau 1 tahun setelah menikah, maka ketika anak anda menginjak usia 19 tahun, dan mulai masuk bangku perguruan tinggi perlu biaya yang ekstra besar cukup menguras penghasilan anda. Usia anda pada waktu tersebut sudah memasuki 50 tahun, di usia tersebut, anda sudah tidak lagi produktif, jika anda adalah karyawan maka anda sudah bersiap-siap untuk pensiun, wah.. sedangkan anak pertama anda sedang membutuhkan biaya sangat besar untuk menyelesaikan sekolah di perguruan tinggi. Belum lagi dengan anak kedua atau ketiga.

Bila dengan argumen diatas tidak membuat hati anda tergerak untuk nekad menikah, maka bersiaplah, masa tua anda akan dipaksa jadi muda, dengan tetap bekerja melebihi batas, berlawanan dengan fisik dan vitalitas tubuh yang mulai menurun.

Bagaimana cara nekad menikah dengan lancar akan di bahas pada artikel berikutnya. Semoga anda segera nekad menikah.

Hidup Tak Sesulit Keluhan Orang

Baca judulnya aja ngeri ya, padahal kenyataan yang anda alami adalah sebaliknya, hidup anda bisa sesuai dengan keluhan-keluhan yang tiap hari anda dengarkan.

Mungkin anda pernah menjumpai beberapa teman anda menyampaikan keluhan hidupnya pada anda, obrolan semacam ini bisa terjadi kapan saja, mungkin pada waktu teman anda curhat, pada waktu ngobrol santai diwarung, dll.

Keluhan-keluhan tersebut berupa ketidakpuasan, kekecewaan, kritik, kesusahaan, peristiwa yang kurang menyenangkan yang telah lewat, dll.

Sebenarnya apa yang akan terjadi pada pikiran ketika kita mendengar teman yang menceritakan sebuah keluhan kepada kita, pikiran anda bisa merasakan kegalauan atau kekecewaan yang sama dengan teman anda yang sedang mengeluh tadi.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi, karena pikiran anda beresonansi dengan cerita keluhan tersebut, misalnya begini, teman anda mengeluhkan tentang kondisi keuangannya, bisnis yang sepi dan lesu, penghasilanya berkurang, pernah ditipu orang, dll. Otomatis pikiran anda tentu saja akan ikut berempati dan perasaan anda ikut merasakan kegalauan si pengeluh tadi.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal ini, selama anda ikut menenangkan kegundahan si pengeluh, agar melupakan atau mengikhlaskan masalahnya, yang jadi masalah adalah ketika anda ikut tertular oleh virus kegundahan yang dikeluhkan teman anda. Padahal anda sama sekali tidak mengalaminya sendiri.

Anda sudah lihat bedanya kan? Termasuk yang manakah anda? Menenangkan si pengeluh, memberinya energi positif, menasehati dan menyemangati si pengeluh ataukah anda malah jadi ikutan resah karena mendengar keluhan tersebut.

Kembali ke judul, di antara semua keluhan teman-teman anda yang pernah anda dengarkan, apakah anda merespon dengan ikut kecewa dan malah takut jangan-jangan kejadian yang mereka alami akan menimpa anda suatu saat.

Disinilah hidup akan jadi rumit dan sulit, ketika beberapa teman anda mengeluhkan sulitnya mencari uang, dll, lalu anda membenarkan keluhan tersebut, kemudian anda menyimpulkan hal itu sebagai kebenaran, ditambah lagi, otak anda akan mencari pembenaran dengan mungunduh memori di otak anda tentang keadaan sulit, dll. Lalu hormon ditubuh anda merespon dengan mengeluarkan enzim kimiawi yang membuat tubuh anda cemas akan kesulitan hidup.